Tips Pilih Bisnis MLM Biar Nggak Terjebak yang Nakal

Familiascondiabetes – Bisnis MLM beralih ke jamur di tengah pandemi COVID-19. Ada banyak faktor mengapa model bisnis ini tumbuh subur saat virus Corona merebak. Menurut pakar pemasaran Yuswohady, salah satu hal yang membuat MLM berkembang pesat saat ini adalah karena banyak orang yang kehilangan penghasilan dan membutuhkannya. “Jadi yang pertama karena masa-masa sulit kemudian banyak orang yang dipecat. MLM menawarkan fleksibilitas dalam hal modal. Modal tidak besar dibandingkan, katakanlah, restoran,” ujarnya. Faktor lain yang menyebabkan MLM berkembang pesat saat terjadi pandemi adalah karena bisa dilakukan secara online. Ini dianggap cocok untuk era normal baru yang membutuhkan pertemuan fisik seminimal mungkin.

“Dengan adanya pandemi karena banyak orang masuk ke digital dan banyak media sosial, maka proses penjualannya juga akan lebih mudah dari rumah. Jadi itu bagian dari ekonomi rumah, ekonomi rumah tinggal. Itu semua kegiatan ekonomi” Itu dijalankan dari rumah, termasuk MLM. Itu bisnis rumahan, ”jelasnya. Selanjutnya, konsumen MLM biasanya memulai dengan teman dan komunitas. Dengan dukungan media sosial akan lebih mudah. “Memang, aktivitas pemasaran melalui MLM berkembang pesat karena pendekatan yang digunakan dalam MLM selalu berbasis komunitas, selalu dari teman ke teman. Dan berkembang di media sosial dan media sosial selama pandemi, sangat mungkin menguntungkan komunitas secara efektif. pada teman atau penjualan berbasis komunitas atau berbasis persahabatan, ”tambahnya.

Menurut Yuswohady, tidak semua bisnis MLM itu buruk. Ada juga yang benar-benar bisa mendapatkan keuntungan dari ‘downline’, julukan untuk rekrutan yang menjual produk MLM. Yang membedakan MLM dengan bisnis murni sebagai keras kepala, Yuswohady menjelaskan, bisa dilihat dari mereknya. Dijelaskannya, semakin besar brandnya, apalagi sudah lama berdiri, maka semakin mudah dipercaya sebagai brand baru. “Bedanya mereknya, karena menurut saya bisnis MLM sudah ada sejak lama, dan konsumen atau downline atau pemasar MLM sudah mulai paham apa itu mekanisme MLM. Yang membedakan baik atau buruk ditentukan oleh kekuatan merek, ujarnya. .

Orang juga perlu melakukan pemeriksaan silang. MLM tepercaya harus memiliki situs web yang jelas. “Misalnya kalau dia ditawari menjadi downline, dia akan dengan mudah mengeceknya, sangat mudah mengecek bonafidnya. Satu organisasi tidak punya website, itu artinya diciptakan (harus diperhatikan),” dia berkata.

Jika bisnis MLM menawarkan insentif yang besar dan cenderung tidak rasional, harus dilihat juga. Ia menjelaskan, merek yang kuat biasanya menawarkan insentif yang lebih sedikit karena sudah kuat dalam hal kepercayaan. “Yang biasanya tidak benar biasanya insentif yang besar,” imbuhnya.

Manfaat Multilevel Marketing (MLM)

Yusuf (2000) menyebutkan bahwa manfaat MLM antara lain sebagai berikut:

  • Selain gaji rutin yang Anda terima setiap bulan, MLM bisa menghasilkan passive income yang sangat menjanjikan.
  • MLM melatih setiap distributor untuk mengasah ketrampilan berkomunikasi dengan downline sehingga membentuk personal sales spirit yang kuat.
  • Perluas hubungan

Kekurangan Multilevel Marketing (MLM)

  • Distributor MLM bukanlah pengusaha, tetapi hanya pengikut sistem hierarki yang kompleks di mana mereka memiliki sedikit kendali. Jari-jari mereka dikendalikan oleh sistem penguasa, mereka tidak bisa bebas.
  • MLM berdampak negatif pada sektor riil. Jika masyarakat menyukai MLM, aktivitas di sektor riil akan terganggu. Karena dalam MLM uang hanya berputar di sekitar lingkungan bisnis dan sudah pasti menurunkan produktivitas masyarakat dalam bekerja (dalam arti sebenarnya)
  • MLM membuat orang lain tidak mau mencoba mengubah modal menjadi operasi bisnis. Di sektor riil membutuhkan modal yang cukup.
  • Keamanan uang nasabah yang mengalir ke bisnis MLM tidak dijamin oleh pemerintah. Selain itu, uang (likuidasi) klien MLM tidak dapat dikontrol, juga tidak dapat disita.

Untuk itu pilihlah bisnis MLM yang sudah terpercaya seperti Forever Healthy Indonesia